JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun Dinas Pendidikan DKI
atau Disdik DKI memutuskan untuk menganulir dan mengulang proses
pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK, hasil
pendaftaran ulang yang akan diselenggarakan pada 6-8 Juli besok ini
diyakini tidak akan banyak berubah.
Kepala SMA 68, Jakarta
Pusat, Pono Fadlulah mengatakan, dengan adanya pengulangan proses
pendaftaran ini, sistem pendaftaran justru semakin disempurnakan. "Saya
kira tidak akan sampai berubah drastis dari hasil pendaftaran yang
kemarin. Sekarang ini kan sistemnya sudah diperbaiki supaya makin
baik," kata Pono ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/7/2010).
Pono
mengatakan, pihak sekolah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk
mensosialisasikan pendaftaran yang mesti diulang tersebut. Kepada para
orangtua murid yang datang ke sekolah, Pono meyakinkan, mekanisme
pendaftaran tetap sama dengan proses yang sebelumnya dianulir.
Terjadinya proses pendaftaran ulang, kata dia, hanya dikarenakan
persoalan teknis semata.
"Ya, diharapkan sistemnya semakin baik. Seharusnya sistem online bisa makin mencegah kecurangan-kecurangan," kata dia.
Secara
terpisah, Isdiantoro, yang merupakan guru di SMA 77, Jakarta Pusat,
mengatakan hal yang sama. Menurutnya, perubahan urutan calon siswa
pendaftar tetap akan terjadi, tetapi tidak akan terlalu banyak.
Dia
mengatakan, calon siswa yang sudah memiliki modal awal nilai ujian
akhir tingkat SMP yang relatif tinggi tidak perlu khawatir posisinya
akan tergeser ataupun tidak diterima di SMA yang dituju. Dia
mencontohkan, di SMA 77 yang memiliki 219 kursi, para pendaftar yang
menempati posisi 1-50 kemungkinan besar posisinya tetap aman. Kalaupun
tergeser, kata dia, hal itu diyakini tidak akan terlalu jauh.
"Mungkin, yang bisa terjadi perubahan-perubahan urutan secara
signifikan itu yang posisi 100 sampai terakhir. Mungkin, banyak
pergeseran," kata dia.
Kirim Ke Teman |
Versi cetak