SEKILAS INFO
27-09-2021
  • 2 bulan yang lalu / Kegiatan Vaksin untuk siswa SMKN 45 Jakarta akan dilaksanakan di SMPN 271 pada tanggal 29 s/d 30 Juli 2021
  • 2 bulan yang lalu / Untuk Siswa/i SMKN 45 Jakarta, Selamat menjalani kegiatan PJJ Semester Ganjil TP 2021/2022
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Datang Siswa Baru SMKN 45 Jakarta Tahun Pelajaran 2021/2022
8
Agu 2021
Rajin Menabung (Bukan) Pangkal Kaya

Rajin Menabung (Bukan) Pangkal Kaya

oleh: Achmad Ardiansyah

— Ada pepatah yang sangat akrab didengar masyarakat kita: Hemat Pangkal Kaya atau Menabung Pangkal Kaya. Maknanya: Jika ingin kaya, menabunglah ! Tidak perlu heran karena memang pepatah tersebut telah ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Pepatah tersebut didengung-dengungkan mulai dari pendidikan dasar (bahkan sejak taman kanak-kanak) hingga mereka bekerja. Lah, terus kenapa memang? Ada yang salah? Bukannya pepatah tersebut merupakan hal yang bagus?

— Sayangnya, di zaman sekarang, pepatah tersebut bukanlah hal yang dapat langsung diterima apa adanya. Ada syarat agar pepatah tersebut menjadi benar. Syaratnya adalah inflasi harus di bawah imbal hasil (bunga/bagi hasil) tabungan – lebih bagus lagi jika inflasi adalah nol atau malah yang terjadi adalah deflasi. Dan ini sepertinya hal yang mustahil di Indonesia. Seringnya imbal hasil tabungan sama dengan inflasi – atau bahkan lebih parah lagi, bunga/bagi hasil tabungan lebih kecil dari inflasi.

— Jikapun ada imbal hasil tabungan yang melebihi inflasi, biasanya hanya sedikit di atasnya. Paling banter lebih besar 1% dari inflasi. Dan perlu diingat, inflasi rata-rata yang resmi dari pemerintah (tiap bulan melalui Badan Pusat Statistik) dihitung berdasarkan banyak faktor. Biasanya, jika dihitung berdasarkan situasi kita masing-masing, maka tingkat inflasi akan jauh lebih besar dari yang diumumkan pemerintah.

— Sering, inflasi pada makanan dan biaya pendidikan mencapai dua digit (> 10%). Jikapun tidak, seringnya berada jauh di atas inflasi rata-rata pemerintah selama ini. Dengan situasi ini jelas sudah bahwa menabung tidak akan pernah membuat kita menjadi kaya. Menabung mungkin bisa menolong kita untuk dapat hidup dengan pas-pasan. Tapi kalo untuk kaya, sudah pasti tidak. Bahkan menabung bisa membuat kita tambah miskin karena nilai uang terus tergerus oleh inflasi.

— Pemiskinan ini terus terjadi selama besar imbal hasil tabungan lebih kecil dari inflasi yang terjadi. Jelas sudah jika tujuan kita menjadi kaya, rajin menabung bukanlah sebuah pilihan yang bijak. Alih-alih menjadi lebih kaya, malah jadinya menjadi lebih miskin akibat inflasi. Nah, jika selama ini Anda berusaha mati-matian menabung dengan tujuan agar bisa lebih kaya, sebaiknya mulai hentikan dari sekarang. Rajin Menabung bukanlah Pangkal Kaya.